Sebuah Blog Sederhana Karya Muhammad Asyam Farrosi
- Semester 1
- Bahasa Inggris
- Biologi Umum
- Fisika Umum
- Kimia Umum
- Matematika Dasar
- Penjas
- Perkembangan Peserta Didik
- Resume: Konsep Perkembangan
- Resume: Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Perkembangan
- Resume: Konsep dan Tugas Perkembangan Peserta Didik
- Resume: Perkembangan Fisik dan Psikomotorik Peserta Didik
- Resume: Perkembangan Kognitif Peserta Didik
- Resume: Perkembangan Bahasa Peserta Didik
- Resume: Perkembangan Sosio-Emosional Peserta Didik
- Resume: Perkembangan Moral dan Spiritual Peserta Didik
- Resume: Perkembangan kemandirian Peserta Didik
- Resume: Isu dan Permasalahan Peserta Didik
- Makalah: Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Perkembangan
- Makalah: Konsep dan Tugas Perkembangan Peserta Didik
- Makalah: Perkembangan Fisik dan Psikomotorik Peserta Didik
- Makalah: Perkembangan Kognitif Peserta Didik
- Makalah: Perkembangan Bahasa Peserta Didik
- Makalah: Perkembangan Sosio-Emosional Peserta Didik
- Makalah: Perkembangan Moral dan Spiritual Peserta Didik
- Makalah: Perkembangan Kemandirian Peserta Didik
- Makalah: Isu dan Permasalahan Peserta Didik
- Teknik Dasar Laboratorium Kimia
- Semester 2
- Semester 3
- Semester 4
- Semester 5
- Semester 6
- Semester 7
- Semester 8
- Semester Padat
Minggu, 01 Desember 2013
Makalah Isu dan Permasalahan Peserta Didik
Makalah Perkembangan Kemandirian Peserta Didik
Makalah Perkembangan Moral dan Spiritual Peserta Didik
Read More......
Makalah Perkembangan Sosio-Emosional Peserta Didik
Makalah Perkembangan Bahasa Peserta Didik
Read More......
Makalah Perkembangan Kognitif Peserta Didik
Read More......
Makalah Perkembangan Fisik dan Psikomotorik Peserta Didik
Makalah Konsep dan Tugas Perkembangan Peserta Didik
Read More......
Makalah Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Perkembangan
Read More......
Senin, 11 Februari 2013
Isu dan Permasalahan Peserta Didik
A. Pengertian Peserta Didik
Pandangan menurut ilmu psikolog tentang peserta didik adalah individu yang sedang berkembang baik jasmani maupun rohani. Perubahan jasmani biasa disebut pertumbuhan, yaitu terdapatnya perubahan aspek jasmani menuju kearah kematangan fungsi, misal kaki, tangan sudah mulai berfungsi secara sempurna. Sedangkan perkembangan adalah perubahan aspek psikis secara lebih jelas.
Hakekat peserta didik menurut ilmu filosofi adalah menuntut pemikiran secara dalam, luas, lengkap, menyeluruh, tuntas serta mengarah pada pemahaman tentang peserta didik.
Berdasarkan beberapa pendapat diatas, peserta didik dalam pengertian yang lebih modern dapat dikatakan sebagai manusia yang berusaha mengembangkan potensi diri melalui proses pembelajaran pada jalur pendidikan baik pendidikan formal maupun pendidikan nonformal, pada jenjang pendidikan dan jenis pendidikan tertentu.
Minggu, 09 Desember 2012
Perkembangan Kemandirian Peserta Didik
A. Pengertian Kemandirian Peserta Didik
Istilah “kemandirian” berasal dari kata dasar “diri” yang mendapat awalan “ke” dan akhiran “an”, kemudian membentuk satu kata keadaan atau kata benda. Karena kemandirian berasal dari kata dasar “diri”, maka pembahasan mengenai kemandirian tidak bisa lepas dari pembahasan tentang perkembangan diri itu sendiri.
Menurut Chaplin (2002), otonomi atau kemandirian adalah kebebasan individu manusia untuk memilih menjadi kesatuan yang bisa memerintah, menguasai, dan menentukan dirinya sendiri. Sedangkan menurut Erikson (dalam Monks dkk, 1989), menyatakan kemandirian adalah usaha untuk melepaskan diri dari orangtua dengan maksud untuk menemukan dirinya melalui proses mencari identitas ego yaitu merupakan perkembangan kearah individualitas yang mantap dan berdiri sendiri. Kemandirian biasanya ditandai dengan kemampuan menentukan nasib sendiri, kreatif dan inisiatif, mengatur tingkah laku, bertanggung jawab, mampu menahan diri, dan lain lain. Kemandirian merupakan suatu sikap otonomi dimana peserta didik secara relatif bebas dari pengaruh penilaian, pendapat dan keyakinan orang lain. Dengan otonomi tersebut, peserta didik diharapkan akan lebih bertanggung jawab terhadap dirinya sendiri. Secara singkat dapat disimpulkan bahwa kemandirian mengadung pengertian :
a. Suatu kondisi dimana seseorang memiliki hasrat bersaing untuk maju demi kebaikan dirinya sendiri
b. Mampu mengambil keputusan dan inisiatif untuk mengatasi masalah yang dihadapi
c. Memiliki kepercayaan diri dan melaksanakan tugas-tugasnya
d. Bertanggung jawab atas apa yang dilakukannya
Jumat, 23 November 2012
Perkembangan Moral dan Spiritual Peserta Didik
A. Penyebab Akhlak dan Moral Remaja Masa Kini Semakin Menurun
Adapun yang menjadi akar masalah penyebab timbulnya krisis akhlak dan moral dalam diri banyak remaja diantaranya adalah:
Pertama, krisis akhlak terjadi karena longgarnya pegangan terhadap agama yang menyebabkan hilangnya pengontrol diri dari dalam (self control)3. Selanjutnya alat pengontrol perpindahan kepada hukum dan masyarakat. Namun karena hukum dan masyarakat juga sudah lemah, maka hilanglah seluruh alat kontrol. Akibatnya manusia dapat berbuat sesuka hati dalam melakukan pelanggaran tanpa ada yang menegur.
Kedua, krisis akhlak terjadi karena pembinaan moral yang dilakukan oleh orang tua, sekolah dan masyarakat sudah kurang efektif. Bahwa penanggungjawab pelaksanaan pendidikan di negara kita adalah keluarga, masyarakat dan pemerintah. Ketiga institusi pendidikan sudah terbawa oleh arus kehidupan yang mengutamakan materi tanpa diimbangi dengan pembinaan mental spiritual.
Ketiga, krisis akhlak terjadi karena derasnya arus budaya hidup materialistik, hedonistik dan sekularistik. Derasnya arus budaya yang demikian didukung oleh para penyandang modal yang semata-mata mengeruk keuntungan material dengan memanfaatkan para remaja tanpa memperhatikan dampaknya bagi kerusakan akhlak para generasi penerus bangsa.
Rabu, 14 November 2012
Perkembangan Sosio-Emosional Peserta Didik
A. Pengertian Sosio-Emosional
Yusuf (2007:122) menyatakan bahwa perkembangan sosial merupakan pencapaian kematangan dalam hubungan sosial. Perkembangan sosial dapat pula diartikan sebagai proses belajar untuk menyesuaikan diri terhadap norma-norma kelompok, moral dan tradisi, meleburkan diri menjadi satu kesatuan dan saling berkomunikasi dan kerjasama.
Fanken (1993) dalam Baihaqi dkk (2005:105) menjelaskan bahwa emosi merupakan hasil informasi antara faktor subjektif (proses kognitif), faktor lingkungan (hasil belajar) dan faktor biologi (proses hormonal).
Departement of Health, Education and Welfare USA (1969) dalam Schloss (1984:3) dalam Deplhie (2005:33) menyebutkan faktor sosioemosional yang menyebabkan anak sulit menyesuaikan diri meliputi: perasaan takut, perasaan ketidakpuasan disebabkan orang lain, agresi, dan sikap negatif terhadap suatu kemenangan.
Minggu, 04 November 2012
Perkembangan Bahasa Peserta Didik
A. Pengertian Perkembangan Bahasa
Perkembangan bahasa terkait dengan perkembangan kognitif yang berarti faktor intelek/kognisi sangat berpengaruh terhadap perkembangan kemampuan berbahasa. Bayi yang tingkat intelektualnya belum berkembang dan masih sangat sederhana, bahasa yang digunakannya juga sangat sederhana. Semakin bayi itu tumbuh dan berkembang serta mulai mampu memahami lingkungan, maka bahasa mulai berkembang dari tingkat yang sangat sederhana menuju ke bahasa yang kompleks.
Perkembangan bahasa dipengaruhi oleh lingkungan, karena bahasa pada dasarnya merupakan hasil belajar dari lingkungan. Anak (bayi) belajar bahasa seperti halnya belajar hal yang lain, meniru dan mengulang hasil yang telah didapatkan merupakan cara belajar bahasa awal. Bayi bersuara, ‘mm mmm’, ibunya tersenyum mengulang menirukan dengan memperjelas dan memberi arti suara itu menjadi ‘maem-maem’. Bayi belajar menambah kata-kata dengan meniru bunyi-bunyi yang didengarnya. Manusia dewasa (terutama ibunya) disekelilingnya membetulkan dan memperjelas.
Perkembangan Kognitif Peserta Didik
A. Pengertian Perkembangan Kognitif
Didalam buku psikologi perkembangan karya Prof.Dr.Kusdwiratri Setiono, Psi. menyatakan bahwa secara umum kognisi diartikan sebagai apa yang diketahui serta dipikirkan oleh seseorang.
Serupa dengan aspek-aspek perkembangan yang lainnya, kemampuan kognitif anak juga mengalami perkembangan tahap demi tahap. Secara sederhana, pada buku karangan (Desmita, 2009) dijelaskan kemampuan kognitif dapat dipahami sebagai kemampuan anak untuk berpikir lebih kompleks serta kemampuan melakukan penalaran dan pemecahan masalah. Dengan berkembangnya kemampuan kognitif ini akan memudahkan peserta didik menguasai pengetahuan umum yang lebih luas, sehingga anak mampu melanjutkan fungsinya dengan wajar dalam interaksinya dengan masyarakat dan lingkungan.
Sehingga dapat dipahami bahwa perkembangan kognitif adalah salah satu aspek perkembangan peserta didik yang berkaitan dengan pengetahuan, yaitu semua proses psikologis yang berkaitan dengan bagaimana individu mempelajari dan memikirkan lingkungannya, sesuai buku karangan (Desmita, 2009).
Pengertian Perkembangan Fisik dan Psikomotorik
A. Pengertian Perkembangan Fisik dan Psikomotorik
1. Perkembangan Fisik
Fisik atau tubuh manusia merupakan sistem organ yang kompleks dan sangat mengagumkan. Semua organ ini terbentuk pada periode pranatal (dalam kandungan). Berkaitan dengan perkembangan fisik ini Kuhlen dan Thompson mengemukakan bahwa perkembangan fisik individu meliputi empat aspek, yaitu:
· Sistem syaraf, yang sangat mempengaruhi perkembangan kecerdasan dan emosi;
· Otot-otot, yang mempengaruhi perkembangan kekuatan dan kemampuan motorik;
· Kelenjar Endokrin, yang menyebabkan munculnya pola-pola tingkah laku baru, seperti pada usia remaja berkembang perasaan senang untuk aktif dalam suatu kegiatan, yang sebagian anggotanya terdiri atas lawan jenis;
· Struktur Fisik/Tubuh, yang meliputi tinggi, berat, dan proporsi.
Awal dari perkembangan pribadi seseorang asasnya bersifat biologis. Dalam taraf-taraf perkembangan selanjutnya, normlitas dari konstitusi, struktur dan kondisi talian dengan masalah Body-Image, self-concept, self-esteem dan rasa harga dirinya.
Sabtu, 03 November 2012
Konsep dan Tugas Perkembangan Peserta Didik
A. Pengertian Tugas Perkembangan
Havighurst memberikan pengertian tugas-tugas perkembangan bahwa:
“A developmental task is a task which arises at or about a certain period in the life of the individual, succesful achievement of which leads to his happiness and to success with later task, while failure leads to unhappiness in the individual, disaproval by society, difficulty with later task”..
Maksudnya, bahwa tugas perkembangan merupakan suatu tugas yang muncul pada periode tertentu dalam rentang kehidupan individu, yang apabila tugas itu dapat berhasil dituntaskan akan membawa kebahagiaan dan kesuksesan dalam menuntaskan tugas berikutnya. Sementara apabila gagal maka akan menyebabkan ketidakbahagiaan pada diri individu yang bersangkutan, menimbulkan penolakan masyarakat dan kesulitan dalam menuntaskan tugas berikutnya.
Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Perkembangan
A. Pengaruh faktor nature terhadap perkembangan yang merefleksikan paham nativisme
Teori Nativisme
Nativisme berasal dari kata Nativus yang berarti kelahiran. Teori ini muncul dari filsafat nativisma (terlahir) sebagai suatu bentuk dari filsafat idealisme dan menghasilkan suatu pandangan bahwa perkembangan anak ditentukan oleh hereditas, pembawaan sejak lahir, dan faktor alam yang kodrati. Pelopor aliran Nativisme adalah Arthur Schopenhauer seorang filosof Jerman yang hidup tahun 1788-1880. Aliran ini berpendapat bahwa perkembangan individu ditentukan oleh bawaan sejak ia dilahirkan. Faktor lingkungan sendiri dinilai kurang berpengaruh terhadap perkembangan dan pendidikan anak. Pada hakekatnya aliran Nativisme bersumber dari Leibnitzian Tradition, sebuah tradisi yang menekankan pada kemampuan dalam diri seorang anak. Hasil perkambangan ditentukan oleh pembawaan sejak lahir dan genetik dari kedua orang tua.
Konsep Perkembangan
A. Pengertian pertumbuhan (growth), kematangan (maturation), belajar (learning), dan latihan (exercises) serta keterkaitannya dengan perkembangan (development).
Konsep dasar perkembangan di sini dimaksudkan sebagai perubahan-perubahan yang dialami oleh individu atau organisme menuju tingkat kedewasaannya (maturity) yang berlangsung secara sistematik (Lefrancois, 1975:197) progresif (Witherington, 1952:57) dan berkesinambungan (Hurlock, 1956:7), baik mengenal fisik (jasmaniah) maupun psikis (rohaniah)-nya.
Terdapat beberapa istilah yang bertalian dan sering diasosiasikan dengan konsep perkembangan (development) tersebut, antara lain pertumbuhan (growth), kematangan atau masa peka (maturation) dan belajar (learning) atau pendidikan (education) serta latihan (training/exercise)
