Minggu, 02 Oktober 2011

019 Faktor Mana yang Lebih Baik?

Jika anda ingin sukses dalam forextrading, tidak ada jalan lain anda harus memahami ketiga faktor penggerak pasar itu. Penggunaan satu jenis analisis dengan mengabaikan jenis analisis yang lain hanya akan memberikan hasil yang merugikan dalam jangka waktu panjang.

Untuk memahami pasar memang kita umumnya hanya mengenal dua jenis analisis: fundamental dan teknikal. Akan tetapi kadang faktor psikologis juga diikutkan dalam kedua analisis tersebut, saat belum ada analisis tersendiri untuk faktor psikologis.

Jadi meskipun ada tiga faktor penting, kita umumnya hanya mengenal dua jenis analisis pasar: analisis fundamental dan analisis teknikal.

Read More......

018 Faktor Psikologis

Adakalanya terjadi anomali seperti ini: akan ada pengumuman perubahan suku bunga The Fed dan para analis memperkirakan terjadi pemotongan suku bunga. Akan tetapi beberapa jam sebelum pengumuman USD sudah mulai tertekan dan terus tertekan melampaui batas-batas support. Begitu terjadi pengumumam dan suku bunga The Fed memang dipangkas, justru USD bergerak naik. Teorinya, pemotongan suku bunga melemahkan USD tapi ketika pemotongan diumumkan USD malah menguat. Apa yang terjadi? Kondisi semacam ini hanya bisa dijelaskan dari sisi psikologi pasar, pelaku pasar melakukan apa yang dikenal sebagai “buy the rumour, sell the fact” Pelaku pasar dipicu oleh faktor ‘greed & fear’ berupaya melakukan transaksi lebih dulu untuk mencari profit sebesar mungkinatau untuk mengamankan posisi. Akan tetapi saat perubahan suku bunga diumumkan harga sudah bergerak terlampau jauh dan justru terkoreksi.

Read More......

017 Faktor Teknikal

Setiap pelaku pasar mengamati pergerakan harga mata uang melalui chart. Akibatnya kondisi pergerakan nilai mata uang yang tergambar pada chart ikut mempengaruhi keputusan eksekusi transaksi yang diambil para pelaku pasar. Dinamika pergerakan harga pada chart inilah yang disebut sebagai faktor teknikal.

Pada bentuknya yang murni analisis teknikal tidak melihat latar belakang ekonomi maupun politik yang mendasari pergerakan mata uang sebagaimana yang dilakukan para analis fundamental, tapi lebih menitikberatkan pada aktivitas pergerakan mata uang yang sudah dan sedang terjadi.

Read More......

016 Faktor Fundamental

Sesuai dengan namanya, faktor fundamental adalah faktor-faktor yang secara mendasar berkaitan langsung dengan perubahan nilai mata uang. Misalnya saja kondisi perekonomian, kebijakan moneter, kebijakan politis, harga-harga komoditas strategis, situasi geopolitis, dan lain sebagainya.

Analisis fundamental berupaya memahami keterkaitan antara aktor-faktor fundamental dan kemungkinan arah pergerakan harga. Apa yang dihasilkan dari analisis fundamental adalah trend dan sentimen pasar yang dominan. Mereka yang bertransaksi dengan menggunakan strategi jangka panjang dan dana yang besar sangat membutuhkan analisis fundamental.

Read More......

015 Apa yang Menggerakan Mata Uang?

Sama seperti dalam setiap jenis perdagangan, yang menggerakkan harga adalah dinamika penawaran (supply) dan permintaan (demand). Lalu apa yang mempengaruhi dinamika penawaran dan permintaan? Secara umum ada 3 faktor yang dominan: fundamental, teknikal, dan psikologis.


Read More......

014 Straddle (Breakout Trapping)

Straddle atau breakout-trapping adalah mengantisipasi suatu keadaan breakout yang tidak pasti dengan memasang dua stop-order yang berlawanan di atas dan di bawah harga pasar. Jika terjadi breakout, bullish maupun bearish, salah satu dari kedua order yang dipasang akan tereksekusi dan memberikan profit.


Read More......

013 Order Cancel Order (OCO)

Order-Cancel-Order atau OCO adalah dua order pada pasangan mata uang yang sama dan searah yang dipasang di atas dan di bawah harga pasar sekaligus. Jika salah satu order tereksekusi maka order lainnya otomatis di-cancel.


Read More......

012 Stop Order

Stop-order adalah permintaan transaksi pada harga yang lebih jelek dari harga pasar dengan maksud mengambil keuntungan dari arah pergerakan harga. Ada dua macam stop-order: stop-sell dan stop-buy.

Stop-sell adalah order jual yang dilakukan pada harga yang lebih rendah dari harga pasar. Sedangkan stop-buy adalah order beli pada tingkat harga yang lebih tinggi dari harga pasar.

Stop-order biasanya dilakukan untuk mengantisipasi pergerakan breakout. Karena pada saat order tereksekusi harga sedang bergerak sesuai arah transaksi, umumnya stop-order bisa mendatangkan profit, hanya tidak banyak.


Read More......

011 Limit Order

Limit-order dimaksudkan untuk melakukan permintaan transaksi pada tingkat harga yang lebih baik dari pada harga pasar. Ada dua macam limit order: limit-sell dan limit-buy.

Limit-sell adalah order jual yang lakukan pada tingkat harga DI ATAS harga pasar. Sedangkan limit-buy adalah order beli yang dilakukan pada tingkat harga DI BAWAH harga pasar.

Limit-order biasanya dilakukan untuk mengantisipasi terjadinya pembalikan arah pada saat harga mendekati support ataupun resistance. Limit-order sebenarnya cukup berresiko karena saat order tereksekusi harga sedang bergerak ke arah berlawanan.


Read More......

010 Market Order

Market-order adalah order beli atau jual yang dilakukan langsung pada harga pasar. Biasanya ini dilakukan pada saat awal suatu trend, entah trend bullish (naik) atau bearish (turun).


Read More......

009 Keuntungan dan Kerugian Leverage

Dengan adanya leverage maka kemampuan transaksi anda bisa menjadi berlipat jauh di atas dana yang sesungguhnya anda miliki.

Seandainya anda memiliki margin senilai $2000 dan leverage yang diberikan oleh broker sebesar 200:1. Lalu anda melakukan transaksi pembelian EUR/USD di 1.4025 sebesar 1 lot (margin $500). Dalam waktu 1 jam kemudian ternyata EUR/USD bergerak naik sehingga anda menutup transaksi tadi di posisi 1.4067. Dengan demikian anda memperoleh keuntungan 42 pip atau $420. Itu sama dengan keuntungan 21% hanya dalam waktu beberapa jam saja!


Read More......

008 Margin dan Leverage

Kalau mendengar istilah valuta asing mungkin banyak diantara kita yang membayangkan hal itu seperti bertransaksi membeli atau menjual dollar di sebuah money-changer, hanya saja ini melalui internet!

Padahal keadaannya jauh berbeda. Jika kita bertransaksi di money changer terjadi pertukaran uang secara fisik antara money-changer dengan konsumennya. Dengan kata lain terdapat proses ‘delivery’ dan tidak dimungkinkan adanya ‘leverage’.

Ini berbeda dengan trading forex online, dalam transaksi forex di internet, transaksi yang terjadi tidak pernah terwujud dalam bentuk fisik karena transaksi tersebut nantinya akan ditutup dengan transaksi yang berlawanan untuk mengambil keuntungan.


Read More......